BEING STATESMAN (NEGARAWAN)
Dalam era modern ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang mengancam kemajuan dan kesejahteraan negara.
Salah satu tantangan terbesar adalah pemberantasan tindak pidana korupsi dan extraordinary crime lainnya seperti tindak pidana pencucian uang (TPPU), penambangan ilegal, dan peredaran narkoba. Untuk menghadapi tantangan ini, pemimpin nasional tidak hanya bisa berpidato dan berwacana, melainkan harus mengambil langkah tegas dan eksekusi langsung.
Langkah Tegas dan Eksekusi Langsung
1. Pidana Mati bagi Pelaku Kejahatan Berat.
Pemberian hukuman mati bagi pelaku tindak pidana berat seperti korupsi, pencucian uang, dan narkoba adalah salah satu langkah tegas yang dapat diambil untuk memberikan efek jera.
Hukuman mati ini diharapkan dapat mengurangi angka kejahatan dan menunjukkan komitmen negara dalam memberantas kejahatan luar biasa.
2. Perampasan Aset Perampasan aset hasil kejahatan adalah langkah penting untuk memiskinkan pelaku tindak pidana korupsi dan extraordinary crime.
Dengan perampasan aset, pelaku tidak hanya kehilangan hasil kejahatan mereka tetapi juga sumber daya yang bisa digunakan untuk melanjutkan aktivitas kriminal.
3. Dimiskinkan Tidak hanya perampasan aset, pelaku dan keluarganya juga harus dimiskinkan.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap keluarga mereka, serta memastikan bahwa mereka tidak dapat menggunakan kekayaan yang diperoleh secara ilegal untuk kembali merugikan negara.
Intervensi Kekuasaan Kehakiman

